
Jakarta – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali meningkat dengan status Level III atau Siaga. Menyikapi kondisi tersebut, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bakauheni, Lampung Selatan, mengeluarkan imbauan kepada seluruh nakhoda yang melintasi perairan Selat Sunda agar meningkatkan kewaspadaan.
Kepala KSOP Kelas IV Bakauheni, Suratno, pada Minggu (5/7/2026), menegaskan bahwa seluruh kapal dilarang mendekati kawah aktif Gunung Anak Krakatau dalam radius lima kilometer. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai upaya mengurangi risiko terhadap keselamatan pelayaran di sekitar kawasan gunung api.
Selain menjaga jarak aman, para nakhoda juga diminta mewaspadai berbagai potensi bahaya yang dapat muncul akibat aktivitas erupsi, seperti lontaran material vulkanik, hujan abu, hingga gangguan lain yang berpotensi memengaruhi pelayaran.
Meski demikian, Suratno memastikan aktivitas penyeberangan di lintasan Bakauheni-Merak masih berlangsung seperti biasa. Hingga saat ini, peningkatan status Gunung Anak Krakatau belum memberikan dampak terhadap operasional kapal penyeberangan di jalur tersebut.
Pihak KSOP akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan keselamatan pelayaran tetap terjaga.
