
Gangguan jaringan yang dialami Telstra, operator telekomunikasi terbesar di Australia, sempat menghambat layanan komunikasi di berbagai wilayah. Akibat insiden tersebut, jutaan pelanggan kesulitan melakukan panggilan telepon maupun mengakses layanan internet seluler.
Dampak gangguan tidak hanya dirasakan oleh pengguna layanan komunikasi, tetapi juga memengaruhi sistem pembayaran elektronik, operasional transportasi umum, hingga sebagian layanan darurat. Gangguan mulai terdeteksi pada Rabu pagi dan memicu kendala di sejumlah sektor penting.
Dalam keterangannya, Telstra menyebut proses pemulihan jaringan berlangsung bertahap. Perusahaan mengklaim sekitar 90 persen layanan panggilan dan data telah kembali berfungsi, sementara tim teknis masih bekerja memulihkan sisa layanan yang terdampak.
Chief Financial Officer Telstra, Michael Ackland, mengatakan hingga kini tidak ditemukan indikasi bahwa insiden tersebut dipicu oleh serangan siber atau aktivitas berbahaya. Menurutnya, penyebab pasti masih diselidiki, namun dugaan awal mengarah pada gangguan di pusat data Telstra yang berada di Sydney dan Melbourne.
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyebut gangguan tersebut sebagai peristiwa yang sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Pemerintah, kata dia, akan terus berkoordinasi dengan Telstra untuk memastikan penyebab masalah dapat segera diketahui dan layanan kembali normal.
Menteri Komunikasi Federal, Anika Wells, menyampaikan bahwa sebagian besar jaringan telah pulih sebelum pukul 14.00 waktu Australia Timur. Meski demikian, masih ada sebagian kecil perangkat pelanggan yang mengalami kendala koneksi.
Sementara itu, Menteri Manajemen Darurat sekaligus Pelaksana Tugas Menteri Infrastruktur dan Transportasi, Kristy McBain, menilai gangguan tersebut memberikan dampak besar terhadap pelaku usaha kecil, wisatawan, hingga sektor transportasi. Layanan kereta regional Victoria V/Line terpaksa dihentikan sementara, sedangkan Australian Rail Track Corporation juga menangguhkan perjalanan kereta barang.
Pemerintah turut mengimbau masyarakat agar tidak menghubungi layanan darurat Triple Zero (000) kecuali dalam kondisi benar-benar mendesak. Imbauan itu disampaikan untuk menghindari kepadatan jalur komunikasi selama proses pemulihan jaringan berlangsung.
Meski sistem Triple Zero dirancang tetap berfungsi melalui jaringan operator lain, beberapa laporan menyebut sebagian pengguna perangkat Telstra sempat gagal menghubungi layanan darurat. Kepolisian di beberapa negara bagian, termasuk New South Wales dan Australia Barat, menyarankan masyarakat menggunakan telepon rumah, panggilan melalui Wi-Fi, atau perangkat dari operator lain apabila mengalami kendala.
Gangguan jaringan juga berdampak pada operasional transportasi publik. Di negara bagian Victoria, sejumlah layanan kereta V/Line menuju Bendigo, Seymour, Gippsland, Geelong, dan Ballarat dihentikan sementara karena sistem radio yang bergantung pada jaringan Telstra mengalami gangguan. Penumpang yang terdampak dialihkan menggunakan layanan bus hingga kondisi kembali normal.
Selain transportasi, sektor pembayaran elektronik ikut mengalami hambatan. Sejumlah mesin ATM di Bandara Sydney dilaporkan tidak dapat digunakan, sementara mesin pembayaran elektronik (EFTPOS) milik berbagai pelaku usaha juga mengalami gangguan koneksi.
Penyedia layanan pembayaran Tyro mengakui sebagian mesin transaksi berbasis jaringan 4G tidak dapat terhubung selama insiden berlangsung. Commonwealth Bank of Australia pun meminta pelanggan beralih menggunakan koneksi Wi-Fi atau jaringan operator lain agar transaksi tetap dapat dilakukan.
Gangguan turut dirasakan pelanggan operator virtual yang memanfaatkan jaringan Telstra, seperti Boost, Aldi Mobile, Tangerine, Belong, dan Everyday Mobile. Namun demikian, sebagian pelanggan Telstra mengaku masih dapat melakukan panggilan maupun mengakses internet sehingga dampaknya tidak dirasakan secara merata.
Telstra diketahui melayani sekitar 24,9 juta pelanggan seluler ritel di Australia. Sebelumnya, perusahaan tersebut juga pernah dikenai denda lebih dari 3 juta dolar Australia pada 2024 akibat gangguan jaringan yang memengaruhi akses pelanggan ke layanan darurat Triple Zero.
Di sisi lain, operator pesaing, Optus, memastikan seluruh layanan mereka tetap berjalan normal selama insiden berlangsung. Organisasi Australian Communications Consumer Action Network (ACCAN) menilai gangguan tersebut menjadi pengingat penting mengenai perlunya standar keandalan jaringan telekomunikasi yang lebih kuat agar kejadian serupa tidak kembali mengganggu masyarakat maupun aktivitas perekonomian.
