
Jakarta – Daging babi kerap mendapat citra kurang baik karena termasuk daging merah. Namun, sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa daging babi tanpa lemak dan minim proses berpotensi memberikan manfaat kesehatan apabila dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang.
Selama ini, konsumsi daging merah sering dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit jika dikonsumsi berlebihan. Meski demikian, hasil studi terbaru menunjukkan bahwa tidak semua jenis daging merah memiliki dampak yang sama, terutama jika memilih potongan rendah lemak dan bukan produk olahan.
Lantas, apakah daging babi benar-benar lebih sehat? Berikut penjelasannya, dikutip dari Gazeta Express.
1. Potongan tanpa lemak menjadi sorotan
Penelitian menyebut manfaat kesehatan tersebut hanya berlaku pada daging babi segar dengan kandungan lemak rendah. Berbeda dengan produk olahan seperti sosis, bacon, atau ham yang telah melalui banyak proses.
Dalam studi tersebut, daging babi tanpa lemak dinilai mampu memberikan manfaat yang sebanding dengan sumber protein nabati apabila dikonsumsi dalam pola makan yang terkontrol.
2. Penelitian melibatkan kelompok lansia
Riset yang dipublikasikan dalam jurnal Current Developments in Nutrition melibatkan 36 peserta berusia sekitar 65 tahun.
Para peserta dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok menjalani pola makan yang memasukkan daging babi tanpa lemak sebagai sumber protein utama, sedangkan kelompok lainnya memperoleh protein dari bahan nabati seperti lentil dan kacang hitam.
Selama delapan minggu, seluruh peserta mengikuti pola makan yang telah ditentukan. Mereka juga diminta menghindari konsumsi daging lain, minuman beralkohol, serta pemanis buatan agar hasil penelitian lebih akurat.
3. Kedua pola makan sama-sama memberi manfaat
Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik kelompok yang mengonsumsi daging babi tanpa lemak maupun kelompok protein nabati mengalami peningkatan sensitivitas insulin, yang berperan penting dalam menurunkan risiko diabetes tipe 2.
Selain itu, kedua kelompok juga mengalami penurunan berat badan dan kadar kolesterol total setelah mengikuti pola makan tersebut.
Menariknya, peserta yang mengonsumsi daging babi mampu mempertahankan kadar kolesterol baik (HDL), yang memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan jantung.
4. Berpotensi membantu mempertahankan massa otot
Temuan lain dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa konsumsi daging babi tanpa lemak dapat membantu menjaga massa otot, terutama pada kelompok lanjut usia.
Hal ini penting karena seiring bertambahnya usia, massa otot cenderung menurun sehingga dapat memengaruhi kekuatan dan kemampuan fisik.
Peneliti juga menemukan perubahan profil asam amino yang dinilai mendukung fungsi sistem imun, kesehatan saluran cerna, hingga suasana hati.
5. Daging olahan tetap sebaiknya dibatasi
Meski hasil penelitian menunjukkan manfaat dari daging babi segar tanpa lemak, para peneliti menegaskan bahwa temuan ini tidak berlaku untuk produk daging olahan.
Makanan seperti sosis, bacon, maupun ham tetap dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit apabila dikonsumsi secara berlebihan.
Bahkan, World Health Organization (WHO) mengelompokkan daging olahan sebagai karsinogen yang dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal. Karena itu, konsumsi daging tetap dianjurkan dalam jumlah wajar dan diimbangi dengan sayuran, buah, biji-bijian, serta sumber protein sehat lainnya agar pola makan tetap seimbang.
