
Jakarta – Intermittent fasting (IF) atau puasa berselang menjadi salah satu metode diet yang banyak dipilih untuk membantu mengontrol berat badan. Selain mengatur waktu makan, pemilihan minuman selama menjalani pola makan ini juga perlu diperhatikan agar manfaat puasa tetap optimal.
Banyak orang hanya fokus pada makanan saat memasuki eating window. Padahal, minuman yang dikonsumsi selama fase puasa maupun saat jendela makan juga berpengaruh terhadap keberhasilan intermittent fasting.
Mengutip The Fast 800 (22/6/2026), tidak semua minuman cocok dikonsumsi selama menjalani IF. Beberapa di antaranya mengandung kalori atau gula yang dapat mengganggu periode puasa.
Berikut lima jenis minuman yang dinilai aman selama menjalani intermittent fasting.
1. Air Mineral
Air mineral menjadi pilihan utama selama periode puasa karena tidak mengandung kalori dan membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi.
Kecukupan cairan penting untuk mencegah dehidrasi yang sering kali memunculkan rasa haus yang disalahartikan sebagai rasa lapar. Dengan minum air yang cukup, tubuh juga dapat mempertahankan energi selama tidak ada asupan makanan.
Agar lebih segar, air mineral dapat diberi tambahan irisan lemon, jeruk nipis, mentimun, atau daun mint tanpa menambahkan pemanis.
2. Kopi Hitam Tanpa Pemanis
Pecinta kopi tetap dapat menikmati secangkir kopi hitam selama masa puasa, asalkan tidak dicampur gula, susu, krimer, maupun sirup.
Karena hampir tidak mengandung kalori, kopi hitam umumnya tidak mengganggu fase puasa. Kandungan kafeinnya juga dapat membantu meningkatkan fokus dan membuat tubuh terasa lebih berenergi.
Sebaliknya, tambahan pemanis atau produk susu akan meningkatkan jumlah kalori sehingga berpotensi mengakhiri kondisi puasa.
3. Teh Tanpa Tambahan
Teh hitam, teh hijau, maupun teh herbal juga termasuk minuman yang aman selama periode puasa jika disajikan tanpa gula atau susu.
Selain membantu memenuhi kebutuhan cairan, teh hijau dikenal kaya antioksidan, sedangkan teh herbal menawarkan variasi rasa yang dapat mengurangi kebosanan saat hanya mengonsumsi air putih.
Namun, penambahan madu, gula, atau susu sebaiknya dihindari selama masih berada dalam fase puasa.
4. Minuman dengan Tambahan Susu Saat Jendela Makan
Ketika memasuki eating window, pilihan minuman menjadi lebih beragam. Kopi maupun teh dapat dikonsumsi bersama susu sesuai selera karena tubuh sudah tidak berada dalam kondisi berpuasa.
Air mineral juga tetap menjadi pilihan utama dan bisa diperkaya dengan potongan buah untuk memberikan cita rasa yang lebih segar.
Meski demikian, konsumsi gula tambahan tetap sebaiknya dibatasi agar tujuan menjalani intermittent fasting, termasuk pengendalian berat badan, tetap tercapai.
5. Kombucha
Kombucha merupakan minuman hasil fermentasi teh yang mengandung probiotik dan polifenol sehingga kerap dikaitkan dengan kesehatan sistem pencernaan.
Minuman ini lebih dianjurkan dikonsumsi saat jendela makan, bukan ketika fase puasa. Alasannya, proses fermentasi kombucha memerlukan tambahan gula sehingga produk akhirnya masih mengandung sejumlah gula.
Jika ingin mengonsumsinya, pilihlah kombucha dengan kadar gula yang lebih rendah agar asupan gula harian tetap terkontrol dan manfaat intermittent fasting tidak berkurang.
