
Jakarta – Secangkir kopi kerap menjadi teman untuk mengawali aktivitas di pagi hari. Selain membantu mengusir kantuk, penelitian terbaru mengungkap bahwa kandungan kafein di dalam kopi berpotensi menjaga fungsi daya ingat ketika seseorang mengalami kurang tidur.
Tidur yang cukup selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam merupakan salah satu faktor penting untuk menjaga kesehatan otak. Sayangnya, sekitar 37 persen orang dewasa masih belum memenuhi durasi tidur yang dianjurkan sehingga fungsi kognitif, termasuk memori, dapat terganggu.
Meski begitu, sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa kafein mungkin memiliki peran dalam mengurangi sebagian dampak negatif akibat kurang tidur. Temuan tersebut dikutip dari Eating Well.
1. Penelitian Menguji Hubungan Kafein dan Memori
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Neuropsychopharmacology dilakukan menggunakan 119 ekor tikus sebagai objek penelitian.
Para peneliti memberikan kafein kepada sebagian tikus selama satu minggu sebelum eksperimen berlangsung. Setelah itu, kelompok tikus dibagi menjadi dua, yaitu kelompok yang tetap mendapatkan waktu tidur normal dan kelompok yang sengaja dibuat tetap terjaga selama lima jam.
Selanjutnya, peneliti mengevaluasi fungsi hippocampus, yaitu bagian otak yang berperan penting dalam proses pembentukan memori. Pengamatan dilakukan melalui kemampuan tikus mengenali individu lain, kekuatan hubungan antar sel saraf, serta perubahan kimia di otak, termasuk aktivitas reseptor adenosin yang berkaitan dengan rasa kantuk.
2. Kafein Membantu Mempertahankan Fungsi Otak
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur menyebabkan penurunan kemampuan mengingat sekaligus melemahkan aktivitas neuron.
Pada tikus yang mengalami kurang tidur ditemukan peningkatan reseptor adenosin A1, yaitu reseptor yang berhubungan dengan munculnya rasa lelah dan menurunnya aktivitas otak.
Sebaliknya, kelompok yang telah mengonsumsi kafein memperlihatkan efek yang lebih ringan. Kafein diketahui bekerja dengan menghambat aktivitas adenosin sehingga neuron tetap lebih aktif dan fungsi memori dapat dipertahankan lebih baik.
Meski demikian, peneliti menegaskan bahwa hasil tersebut masih berasal dari penelitian pada hewan. Karena itu, manfaat serupa pada manusia masih memerlukan penelitian lanjutan.
3. Kopi Bukan Pengganti Tidur Berkualitas
Dalam praktik sehari-hari, kopi memang dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan kewaspadaan setelah kurang tidur. Namun, manfaat tersebut hanya bersifat sementara.
Para ahli menekankan bahwa tidur yang cukup tetap menjadi cara paling efektif untuk menjaga kesehatan otak. Tidak ada jumlah kafein yang mampu menggantikan proses pemulihan alami yang terjadi saat seseorang tidur.
Untuk memperoleh kualitas tidur yang baik, disarankan menerapkan jadwal tidur yang konsisten, membatasi penggunaan gawai sebelum tidur, serta memperbanyak paparan cahaya matahari pada siang hari agar ritme sirkadian tetap terjaga.
Selain itu, konsumsi kopi juga sebaiknya tidak dilakukan menjelang waktu tidur karena kafein dapat bertahan dalam tubuh selama beberapa jam dan berpotensi memicu insomnia.
4. Tidur Tetap Menjadi Kunci
Ahli gizi Jane Leverich menilai hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kafein memang dapat membantu meningkatkan fokus ketika tubuh kekurangan istirahat. Namun, manfaat tersebut hanya bersifat jangka pendek.
Dalam jangka panjang, kualitas tidur tetap memegang peran utama untuk menjaga kemampuan mengingat, konsentrasi, serta kesehatan mental secara keseluruhan.
Karena itu, menikmati secangkir kopi di pagi hari bukanlah hal yang salah. Namun, kebiasaan tersebut sebaiknya tetap dibarengi dengan pola tidur yang cukup agar fungsi otak dan kesehatan tubuh tetap terjaga secara optimal.
