
Jakarta – Mie instan kerap mendapat cap sebagai makanan yang kurang sehat karena kandungan garam, lemak, dan karbohidratnya. Meski begitu, bukan berarti makanan praktis ini harus sepenuhnya dihindari. Dengan pemilihan produk dan tambahan bahan yang tepat, mie instan masih bisa dinikmati sesekali dalam pola makan seimbang.
Mie instan menjadi pilihan banyak orang karena harganya terjangkau, mudah disiapkan, dan memiliki beragam rasa. Namun, cara penyajiannya juga perlu diperhatikan agar hidangan tidak hanya mengandalkan karbohidrat dan bumbu kemasan.
Dikutip dari The Healthy, seorang dokter spesialis menyebut bahwa kunci membuat mie instan lebih bernutrisi adalah kreativitas dalam mengolahnya. Berikut beberapa fakta yang perlu diketahui sebelum mengonsumsi mie instan.
1. Mie Instan Tidak Banyak Mengandung Nutrisi Penting
Sebagian besar mie instan mengandung karbohidrat dan lemak dalam jumlah cukup tinggi. Sebaliknya, kandungan protein, serat, vitamin, dan mineralnya cenderung rendah.
Bumbu yang menyertainya juga biasanya menyumbang natrium dalam jumlah cukup besar. Karena itu, penting untuk memperhatikan informasi nilai gizi dan komposisi sebelum membeli produk mie instan.
Mengetahui kandungan dalam satu bungkus mie dapat membantu menentukan porsi dan bahan tambahan yang tepat.
2. Natrium dan Bahan Tambahan Perlu Diperhatikan
Mie instan termasuk makanan ultra-proses. Konsumsi makanan ultra-proses secara berlebihan dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk obesitas dan sejumlah penyakit kronis.
Salah satu hal yang paling perlu diperhatikan adalah kandungan natrium. Asupan garam yang terlalu tinggi dapat menyebabkan tubuh menahan lebih banyak cairan dan berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah.
Selain itu, beberapa produk mie instan mengandung minyak sawit, lemak jenuh, penguat rasa, serta bahan tambahan lainnya. Karena itu, konsumsinya sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering.
3. Tambahkan Sayuran dan Sumber Protein
Mie instan tetap dapat dikonsumsi sesekali sebagai bagian dari pola makan yang lebih seimbang. Salah satu cara sederhana untuk meningkatkan nilai gizinya adalah menambahkan bahan makanan lain.
Sayuran seperti sawi, bayam, brokoli, wortel, atau kol dapat meningkatkan kandungan serat, vitamin, dan mineral dalam satu porsi.
Sumber protein seperti telur, ayam, tahu, atau tempe juga bisa ditambahkan agar hidangan lebih mengenyangkan dan komposisi nutrisinya lebih lengkap.
Bumbu kemasan pun tidak harus digunakan seluruhnya. Mengurangi jumlah bumbu dapat membantu menekan asupan natrium.
4. Perhatikan Jumlah Kalorinya
Kalori mie instan berbeda-beda tergantung merek, ukuran, dan jenis produknya. Namun, satu porsi mie instan kering sekitar 43 gram umumnya mengandung kurang lebih 200 kalori.
Jumlah tersebut dapat bertambah jika seseorang mengonsumsi lebih dari satu bungkus atau menambahkan bahan lain yang tinggi kalori.
Selain itu, satu porsi mie instan juga dapat mengandung sekitar 38 gram karbohidrat. Karena itu, ukuran porsi tetap perlu diperhatikan, terutama jika mie disantap bersama bahan tambahan lainnya.
5. Mie Instan Didominasi Karbohidrat Sederhana
Karbohidrat merupakan salah satu sumber energi utama tubuh. Namun, tidak semua jenis karbohidrat memberikan efek yang sama.
Menurut Cleveland Clinic, karbohidrat dapat dikelompokkan menjadi gula, serat, dan pati. Karbohidrat kompleks yang banyak terdapat pada makanan nabati utuh seperti sayuran, buah, dan kacang-kacangan membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna.
Sebaliknya, karbohidrat sederhana lebih cepat dicerna sehingga dapat menyebabkan peningkatan gula darah yang lebih cepat dan rasa lapar kembali dalam waktu lebih singkat.
Mie instan umumnya dibuat dari tepung olahan sehingga lebih rendah serat dan didominasi karbohidrat sederhana.
Cara Menikmati Mie Instan dengan Lebih Seimbang
Jika ingin tetap menikmati mie instan, langkah paling sederhana adalah memperhatikan label nutrisi, mengontrol porsinya, dan menambahkan bahan makanan bergizi.
Pilih produk dengan kandungan natrium lebih rendah bila tersedia. Gunakan sebagian bumbu saja, kemudian tambahkan sayuran serta sumber protein seperti telur atau tahu.
Menurut rekomendasi American Heart Association yang dikutip dalam artikel, batas asupan natrium harian sebaiknya tidak lebih dari 2.300 mg.
Pada akhirnya, mie instan bukan makanan yang harus sepenuhnya dihindari. Namun, konsumsinya sebaiknya tidak terlalu sering dan perlu diimbangi dengan makanan bernutrisi lain agar pola makan sehari-hari tetap seimbang.
