
Jakarta – Kopi menjadi salah satu minuman yang tidak lepas dari keseharian banyak orang. Namun, meski kopi hitam dikenal memiliki berbagai manfaat bagi tubuh, tidak semua olahan kopi memiliki nilai gizi yang sama.
Tambahan gula, sirup, krimer, susu tinggi lemak, hingga topping manis dapat membuat secangkir kopi memiliki kalori yang jauh lebih tinggi. Bahkan, beberapa minuman kopi kekinian lebih menyerupai hidangan penutup daripada sekadar minuman.
Dikutip dari Mirror UK, ahli gizi Kelly Gray dari Coffee Friend menyoroti sejumlah minuman kopi yang perlu diperhatikan karena kandungan gula dan lemaknya cukup tinggi.
Pumpkin Spice Latte hingga Mocha Perlu Diwaspadai
Salah satu minuman yang masuk dalam kategori kurang sehat adalah Pumpkin Spice Latte. Menurut Gray, minuman ini dapat mengandung sekitar 390 kalori dalam satu sajian, terutama karena penggunaan susu, sirup, dan bahan tambahan lainnya.
Mocha juga perlu diperhatikan. Minuman yang memadukan kopi dengan cokelat ini dapat memiliki sekitar 200-250 kalori per gelas, tergantung bahan dan ukuran penyajiannya.
Masalah utamanya bukan pada kopi itu sendiri, melainkan bahan tambahan yang digunakan. Sirup, gula, susu, krim, dan topping dapat membuat jumlah kalori, gula, serta lemak jenuh meningkat secara signifikan.
Sebagai gambaran, American Heart Association merekomendasikan agar konsumsi gula tambahan dan lemak jenuh tetap dibatasi. Karena itu, satu minuman kopi dengan banyak pemanis bisa saja menyumbang porsi cukup besar dari batas harian tersebut.
Matcha Latte dan Chai Latte Juga Mengandung Pemanis
Tren minuman latte tidak hanya terbatas pada kopi. Matcha latte dan chai latte juga populer, tetapi kandungan gizinya sangat bergantung pada bahan yang digunakan.
Kelly Gray menjelaskan bahwa tambahan karamel, hazelnut, atau sirup berperisa dapat meningkatkan jumlah gula dalam minuman secara drastis.
Matcha latte, misalnya, dapat mengandung sekitar 190-220 kalori per gelas berdasarkan data FatSecret. Jumlah tersebut tentu dapat berubah tergantung ukuran minuman, jenis susu, serta banyaknya pemanis yang digunakan.
Rasa yang lembut dan manis memang membuat minuman tersebut mudah disukai. Namun, jika dikonsumsi terlalu sering, asupan gula dan kalori tambahan perlu diperhitungkan, terutama bagi orang yang sedang menjaga berat badan atau mengontrol kadar gula darah.
Americano dan Espresso Lebih Sederhana
Jika ingin mendapatkan minuman kopi dengan kalori lebih rendah, pilihan yang lebih sederhana bisa menjadi alternatif.
Americano tanpa tambahan gula atau susu termasuk salah satu pilihan yang rendah kalori. Menurut Gray, satu cangkir Americano umumnya hanya memiliki sekitar 5-15 kalori, tergantung ukuran dan komposisinya.
Espresso dan kopi hitam tanpa tambahan pemanis juga memiliki jumlah kalori yang relatif rendah, yakni sekitar 9-15 kalori per sajian.
Keuntungan utama dari kopi hitam adalah minimnya bahan tambahan. Jika ingin rasa yang sedikit lebih lembut, kopi dapat dipadukan dengan sedikit susu rendah lemak atau susu nabati tanpa tambahan gula.
Namun, bukan berarti kopi hitam boleh diminum tanpa batas. Asupan kafein yang terlalu tinggi dapat menyebabkan efek seperti sulit tidur, rasa cemas, jantung berdebar, atau keluhan lain pada orang yang sensitif terhadap kafein.
Kopi Tetap Punya Manfaat Jika Dikonsumsi Secukupnya
Kopi sendiri tidak selalu identik dengan sesuatu yang buruk bagi kesehatan. Sejumlah penelitian justru menemukan adanya manfaat dari konsumsi kopi dalam jumlah yang sesuai.
Penelitian dari Johns Hopkins School of Medicine, misalnya, menunjukkan bahwa konsumsi kopi berkaitan dengan sejumlah manfaat kesehatan. Kandungan senyawa antioksidan di dalam kopi juga menjadi salah satu alasan minuman ini banyak diteliti.
Konsumsi kopi dalam jumlah moderat dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah terhadap beberapa kondisi, termasuk penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Kopi juga diketahui memiliki hubungan dengan kesehatan hati.
Pedoman Diet Amerika Serikat menyebutkan bahwa konsumsi hingga sekitar 400 miligram kafein per hari umumnya masih berada dalam batas yang dapat diterima bagi kebanyakan orang dewasa sehat. Jumlah tersebut dapat setara dengan beberapa cangkir kopi, tetapi kadar kafein sebenarnya berbeda-beda pada setiap jenis dan ukuran sajian.
Kebutuhan tersebut tidak berlaku sama untuk semua orang. Ibu hamil, orang yang sensitif terhadap kafein, atau mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu mungkin perlu membatasi asupan lebih jauh.
Pada akhirnya, pilihan kopi yang lebih sehat bukan hanya ditentukan oleh jenis biji kopinya, tetapi juga apa saja yang ditambahkan ke dalam minuman. Kopi hitam, espresso, atau Americano tanpa banyak pemanis cenderung lebih rendah kalori dibandingkan latte dengan sirup, krim, gula, dan topping.
Jadi, bagi pencinta kopi, tidak harus berhenti ngopi untuk menjaga kesehatan. Yang terpenting adalah memperhatikan jenis minuman, bahan tambahan, ukuran sajian, serta jumlah kafein yang dikonsumsi setiap hari.
