
Jakarta – Sarapan seharusnya menjadi waktu untuk mengisi energi sebelum menjalani aktivitas. Namun bagi orang yang rentan mengalami refluks asam, pemilihan makanan di pagi hari perlu diperhatikan. Beberapa menu sarapan justru dapat memicu munculnya rasa panas di dada hingga sensasi asam di mulut.
Asam lambung naik atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) terjadi ketika cairan asam dari lambung kembali naik ke kerongkongan. Kondisi ini berkaitan dengan fungsi otot lower esophageal sphincter (LES) yang tidak bekerja optimal dalam menutup saluran antara lambung dan kerongkongan.
Ketika asam lambung naik, sejumlah keluhan bisa muncul, mulai dari sensasi terbakar di dada (heartburn), rasa asam atau pahit di mulut, mual, muntah, hingga sulit menelan.
Karena itu, memperhatikan makanan yang dikonsumsi saat sarapan dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi kemungkinan munculnya keluhan. Dikutip dari Times of India, berikut beberapa menu yang sebaiknya tidak terlalu sering dikonsumsi oleh orang yang mudah mengalami refluks asam.
1. Roti dengan Selai Kacang
Roti bakar dengan selai kacang menjadi sarapan praktis yang banyak disukai. Tekstur selai yang lembut dan rasanya yang gurih membuat makanan ini mudah menjadi pilihan.
Namun, selai kacang yang tinggi lemak dapat menjadi pemicu bagi sebagian orang yang mengalami refluks. Makanan berlemak diketahui dapat membuat proses pengosongan lambung berlangsung lebih lambat.
Jika tetap ingin menikmati roti dengan olesan kacang, selai almond bisa menjadi salah satu alternatif yang dapat dicoba.
2. Telur Utuh
Telur memang dikenal sebagai sumber protein dan sering dijadikan menu sarapan. Namun, pada sebagian orang, telur dapat memicu keluhan setelah dikonsumsi.
Kuning telur memiliki kandungan lemak lebih tinggi dibandingkan putih telur. Karena itu, orang yang memiliki lambung sensitif dapat mencoba mengonsumsi putih telur dan melihat bagaimana respons tubuhnya.
Terlebih bagi mereka yang memiliki alergi terhadap telur, konsumsi makanan ini dapat menimbulkan berbagai reaksi yang tidak nyaman.
3. Tomat
Tomat kaya vitamin dan berbagai nutrisi sehingga sering ditambahkan ke dalam omelet, salad, maupun roti isi. Meski bergizi, sifatnya yang asam dapat menjadi masalah bagi orang yang mudah mengalami refluks.
Konsumsi tomat, terutama ketika perut masih kosong, pada sebagian orang dapat memperburuk sensasi asam lambung. Jadi, bagi yang sering mengalami keluhan setelah sarapan, sebaiknya perhatikan reaksi tubuh setelah mengonsumsi tomat.
4. Cookies dan Brownies
Cookies atau brownies terkadang dijadikan teman minum kopi maupun teh pada pagi hari. Rasanya yang manis memang menggugah selera, tetapi kombinasi tersebut belum tentu bersahabat dengan lambung.
Kandungan gula, tepung olahan, lemak, serta bahan tambahan tertentu pada produk cookies dan brownies dapat membuat gejala refluks terasa lebih buruk pada sebagian orang.
Terlebih jika makanan tersebut dikonsumsi bersamaan dengan minuman berkafein seperti kopi atau teh.
5. Roti dengan Selai Manis
Menu berupa roti dan selai juga cukup populer sebagai sarapan karena mudah disiapkan. Sayangnya, kandungan gula pada sejumlah jenis selai dapat membuat menu ini kurang ideal bagi orang yang memiliki masalah refluks.
Roti tawar yang dipadukan dengan selai manis juga belum tentu memberikan rasa kenyang yang optimal. Sebagai alternatif, roti dapat dipadukan dengan bahan makanan lain yang lebih bernutrisi.
Buah seperti pisang atau stroberi dapat digunakan sebagai tambahan sesuai toleransi masing-masing.
Pada akhirnya, tidak semua orang memiliki pemicu asam lambung yang sama. Jika makanan tertentu selalu menyebabkan keluhan, sebaiknya batasi konsumsinya dan perhatikan pola makan secara keseluruhan. Memilih sarapan dengan porsi yang sesuai dan tidak berlebihan juga penting untuk membantu menjaga kenyamanan pencernaan.
