
Jakarta – Perawatan kulit bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan ketika berusaha mengurangi jerawat. Apa yang dikonsumsi sehari-hari juga dapat berperan dalam mendukung kesehatan kulit.
Jerawat bisa dialami oleh remaja maupun orang dewasa. Kemunculannya dipengaruhi berbagai faktor, seperti genetik, perubahan hormon, stres, kesehatan usus, dan paparan polusi.
Meski demikian, pengaruh makanan terhadap jerawat tidak selalu sama pada setiap orang. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pola makan yang kaya serat, antioksidan, dan asam lemak omega-3 berpotensi membantu mengurangi peradangan yang berkaitan dengan kondisi kulit.
Dilansir dari Everyday Health, berikut lima makanan yang dapat menjadi bagian dari pola makan sehat untuk membantu menjaga kulit tetap sehat.
1. Blueberry
Blueberry dikenal sebagai buah yang kaya akan antioksidan, termasuk polifenol, vitamin, dan mineral. Kandungan tersebut berperan dalam membantu tubuh melawan peradangan.
Dermatolog Shoshana Marmon menjelaskan bahwa buah dan sayuran berwarna cerah mengandung vitamin A, C, dan E yang dapat membantu mengurangi stres oksidatif. Kondisi tersebut merupakan salah satu faktor yang berkaitan dengan munculnya jerawat.
Manfaat serupa juga dapat diperoleh dari kale, bayam, stroberi, apel, tomat, anggur, dan kembang kol.
Pola makan bergaya Mediterania juga kerap disarankan karena mengutamakan konsumsi buah, sayuran, serta sumber omega-3 yang baik untuk kesehatan kulit.
2. Salmon
Salmon menjadi salah satu pilihan makanan yang banyak direkomendasikan untuk mendukung kesehatan kulit. Ikan ini mengandung asam lemak omega-3 dalam jumlah tinggi.
Menurut Marmon, omega-3 dapat membantu mengurangi peradangan yang berperan dalam pembentukan jerawat. Nutrisi tersebut juga diyakini membantu mencegah peradangan pada pori-pori yang dapat memicu munculnya papula dan pustula.
Selain salmon, asupan omega-3 bisa diperoleh dari ikan tuna, makarel, biji chia, dan biji rami. Mengonsumsi makanan tersebut secara rutin dapat menjadi bagian dari pola makan bergizi seimbang.
3. Yogurt
Kesehatan usus juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika membahas kondisi kulit. Yogurt merupakan makanan fermentasi yang mengandung probiotik hidup sehingga dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobioma usus.
Marmon menyebutkan bahwa makanan kaya probiotik, seperti yogurt, berpotensi membantu meredakan jerawat. Bakteri baik di dalamnya dapat berperan dalam mengurangi peradangan dan stres oksidatif dalam tubuh.
Ahli gizi Julia Zumpano turut menjelaskan bahwa mikrobioma usus memiliki kaitan dengan pengaturan hormon dan sinyal yang dapat memengaruhi kondisi kulit.
Selain yogurt, sumber probiotik juga dapat ditemukan dalam kefir, kimchi, dan sejumlah produk pangan yang diperkaya probiotik.
4. Almond
Almond dapat menjadi pilihan camilan yang mendukung kesehatan kulit karena mengandung zinc. Mineral ini memiliki sifat antiinflamasi dan antibakteri yang dapat membantu menjaga kondisi kulit.
Menurut Marmon, sumber zinc lainnya antara lain biji labu dan lentil.
Daging merah juga mengandung zinc, tetapi konsumsinya sebaiknya tetap diperhatikan dan tidak berlebihan karena berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke.
Bagi yang ingin mengonsumsi suplemen zinc, Marmon menyarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi. Pasalnya, suplemen tersebut dapat berinteraksi dengan beberapa obat, termasuk antibiotik dan suplemen zat besi.
5. Chickpea
Chickpea atau kacang arab merupakan salah satu makanan yang dapat membantu menjaga pola makan tetap seimbang. Selain mengandung zinc, kacang ini juga memiliki indeks glikemik rendah.
Makanan dengan indeks glikemik rendah cenderung tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis. Hal ini penting karena kadar gula darah yang meningkat dapat memengaruhi hormon yang berkaitan dengan produksi minyak pada kulit.
Julia Zumpano menjelaskan bahwa makanan tinggi gula dapat meningkatkan produksi insulin. Kondisi tersebut kemudian mendorong peningkatan hormon androgen yang merangsang produksi sebum atau minyak berlebih serta memperparah peradangan.
Akibatnya, pori-pori kulit lebih mudah tersumbat dan jerawat dapat muncul.
Selain chickpea, pilihan makanan berindeks glikemik rendah lainnya meliputi kacang-kacangan, roti gandum utuh, dan beberapa jenis buah.
Pola Makan Sehat Tetap Penting
Mengonsumsi makanan tertentu memang dapat membantu mendukung kesehatan kulit, tetapi bukan berarti makanan tersebut dapat menjadi satu-satunya cara untuk mengatasi jerawat.
Pola makan bergizi seimbang, perawatan kulit yang sesuai, serta penanganan berdasarkan penyebab jerawat tetap penting diperhatikan. Pengaruh makanan juga dapat berbeda pada setiap orang, sehingga tidak semua orang akan merasakan manfaat yang sama.
Dengan memasukkan sumber omega-3, probiotik, serat, antioksidan, dan zinc ke dalam menu sehari-hari, kesehatan kulit dapat lebih terjaga sekaligus membantu mengurangi faktor yang berpotensi memperburuk jerawat.
