
Jakarta – Jus buah dikenal sebagai minuman yang kaya nutrisi dan memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan. Salah satu yang menarik perhatian adalah jus jambu biji merah, yang dalam penelitian terbaru disebut berpotensi membantu menurunkan risiko anemia defisiensi zat besi.
Jambu biji merah merupakan buah yang tinggi kandungan air, rendah lemak, dan kaya vitamin serta mineral. Selain kerap dikonsumsi sebagai bagian dari menu diet, buah ini juga dikenal luas karena sering dianjurkan untuk membantu meningkatkan kadar trombosit pada penderita demam berdarah.
Mengutip Food & Wine (18/6/2026), sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal BMJ Nutrition, Prevention & Health menemukan bahwa konsumsi jus jambu biji bersamaan dengan suplemen zat besi dapat meningkatkan penyerapan zat besi sekaligus membantu memperbaiki kadar hemoglobin.
Penelitian tersebut berupa tinjauan sistematis dan meta-analisis yang menghimpun hasil dari 17 studi. Enam penelitian melibatkan remaja putri, sedangkan 11 lainnya dilakukan pada ibu hamil, dua kelompok yang memang memiliki risiko anemia lebih tinggi.
Sebagian besar penelitian mengevaluasi manfaat kombinasi jus jambu biji dengan suplementasi zat besi. Dari 12 studi yang melibatkan total 265 peserta, para peneliti menemukan adanya kenaikan rata-rata kadar hemoglobin sebesar 1,71 gram per desiliter (g/dL) setelah peserta rutin mengonsumsi jus jambu biji bersama suplemen zat besi.
Saat hasil penelitian dianalisis berdasarkan kelompok peserta, remaja putri mengalami peningkatan hemoglobin rata-rata 1,52 g/dL, sedangkan pada ibu hamil kenaikannya sedikit lebih tinggi, yakni sekitar 1,84 g/dL.
Sementara itu, lima penelitian lain membandingkan efektivitas konsumsi suplemen zat besi saja dengan kombinasi suplemen zat besi dan jus jambu biji. Hasilnya menunjukkan kelompok yang memperoleh tambahan jus jambu biji memiliki kadar hemoglobin rata-rata 1,29 g/dL lebih tinggi dibandingkan kelompok yang hanya mengonsumsi suplemen.
Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa seluruh studi yang dianalisis berlangsung dalam waktu relatif singkat. Karena itu, belum diketahui secara pasti berapa lama manfaat konsumsi jus jambu biji dapat bertahan.
Profesor Sumantra Ray, Chief Scientist sekaligus Direktur Eksekutif NNEdPro Global Institute for Food, Nutrition and Health, menegaskan bahwa hasil penelitian tersebut belum cukup untuk menjadikan jus jambu biji sebagai pengganti terapi medis bagi penderita anemia defisiensi zat besi.
Menurutnya, masih dibutuhkan penelitian lanjutan untuk menentukan dosis yang paling efektif, lama konsumsi yang tepat, serta memastikan manfaat jangka panjangnya.
Selain itu, para ilmuwan menilai temuan ini merupakan langkah awal yang menjanjikan dalam pengembangan strategi pendamping terapi anemia melalui pola makan.
Dari sisi kandungan gizi, setiap 100 gram jambu biji mengandung sekitar 56 kalori, 14 gram karbohidrat, 13 gram gula alami, 0,5 gram serat, 12 miligram natrium, serta 24 miligram vitamin C, sebagaimana dikutip dari Pharmeasy (22/3).
Anemia sendiri adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah sehat atau hemoglobin yang bertugas mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Akibatnya, penderita dapat mengalami gejala seperti mudah lelah, lemas, pusing, hingga sulit berkonsentrasi.
