
BINTANG muda asal Prancis, Victor Wembanyama, resmi memperpanjang komitmennya bersama San Antonio Spurs. Pebasket berusia 22 tahun tersebut menandatangani kontrak jangka panjang berdurasi lima tahun pada Jumat (11/7), sebuah langkah yang menegaskan ambisinya untuk membawa Spurs kembali ke puncak kejayaan NBA.
Sebelum pengumuman resmi dirilis klub, Wembanyama sempat memberikan sinyal melalui media sosialnya. “Saya akan tetap di sini. Apa pun yang diperlukan,” tegasnya sebagaimana dikutip dari AFP.
Tak lama berselang, San Antonio Spurs mengonfirmasi kesepakatan tersebut melalui unggahan video penandatanganan kontrak di akun resmi mereka.
Detail Kontrak Fantastis
Laporan dari ESPN menyebutkan bahwa Wembanyama menyetujui perpanjangan kontrak maksimal untuk pemain rookie dengan nilai mencapai 252 juta dolar AS atau sekitar Rp4,1 triliun. Kesepakatan ini juga mencakup opsi pemain (player option) pada musim kelima.
Menariknya, Wembanyama dilaporkan tidak mengambil klausul kenaikan gaji “supermax” sebesar 30 persen dan memilih kenaikan 25 persen. Keputusan ini diambil secara strategis agar Spurs memiliki ruang gaji (salary cap) yang lebih fleksibel untuk mendatangkan pemain bintang lain guna memperkuat skuad. Langkah ini dinilai serupa dengan loyalitas yang pernah ditunjukkan legenda Spurs, Tim Duncan, serta Jalen Brunson di New York Knicks.
Performa Impresif dan Ambisi Juara
Keputusan Spurs mengikat Wembanyama tidak lepas dari performa fenomenalnya. Pada musim lalu, ia mencatatkan statistik luar biasa dengan rata-rata:
- 25,0 poin per gim
- 11,5 rebound per gim
- 3,1 assist per gim
- 3,1 blok per gim
- 1,0 steal per gim
Berkat kontribusi dominannya, Wembanyama terpilih secara mutlak sebagai Defensive Player of the Year NBA. Ia juga menjadi aktor utama di balik lonjakan performa Spurs yang mencatat rekor 62 kemenangan dan 20 kekalahan musim lalu, terbaik kedua di liga, serta berhasil menembus Final NBA setelah menyingkirkan Portland, Minnesota, dan Oklahoma City di babak playoff.
Menjadikan Kegagalan sebagai Motivasi
Meski Spurs akhirnya harus mengakui keunggulan New York Knicks dengan skor 1-4 di Final NBA Juni lalu, Wembanyama tidak patah arang. Ia mengaku kekalahan tersebut memberikan pelajaran berharga bagi kariernya yang baru berjalan tiga musim di NBA.
“Ini benar-benar musim yang luar biasa dari sisi pengalaman. Hal yang paling berat adalah mungkin masih ada sekitar seratus pertandingan sebelum kami bisa kembali ke Final. Rasanya menyakitkan, tetapi saya tidak akan lari dari itu. Saya akan menjadikannya sebagai bahan bakar,” pungkas pemain yang menjadi pilihan pertama NBA Draft 2023 tersebut.
Sejak kedatangan Wembanyama, grafik kemenangan Spurs terus meningkat tajam, mulai dari 22 kemenangan di musim pertamanya, 34 kemenangan di musim kedua, hingga mencapai 62 kemenangan di musim ketiga. Dengan kontrak baru ini, pendukung Spurs optimistis era dinasti baru di San Antonio segera dimulai.
