
Jakarta – Frozen food memang menawarkan kemudahan bagi orang yang memiliki aktivitas padat. Cukup disimpan di freezer dan dimasak ketika dibutuhkan, makanan pun siap disantap. Namun, terlalu sering mengandalkan makanan beku, terutama produk olahan, dapat membuat pola makan kurang sehat.
Frozen food merupakan makanan yang telah melalui proses tertentu sebelum dibekukan agar lebih awet. Produk seperti nugget, sosis, kornet, daging asap, hingga berbagai makanan siap masak termasuk di dalamnya.
Makanan beku sebenarnya tidak selalu buruk. Buah dan sayuran beku tanpa tambahan bahan tertentu bahkan tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat. Masalahnya, sejumlah frozen food olahan dapat mengandung garam, lemak, bahan tambahan, dan kalori yang cukup tinggi.
Jika dikonsumsi terlalu sering, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Asupan Natrium Bisa Berlebihan
Salah satu hal yang perlu diperhatikan dari frozen food adalah kandungan natriumnya. Garam biasanya digunakan untuk memberikan rasa sekaligus membantu memperpanjang masa simpan produk.
Jika asupan natrium terlalu tinggi dan berlangsung terus-menerus, risiko tekanan darah tinggi dapat meningkat. Kondisi tersebut juga berkaitan dengan masalah kesehatan jantung dan pembuluh darah.
American Heart Association merekomendasikan konsumsi natrium tidak lebih dari 2.300 miligram per hari, dengan batas ideal 1.500 miligram bagi kebanyakan orang dewasa, terutama mereka yang memiliki tekanan darah tinggi.
Karena itu, selalu periksa informasi nilai gizi pada kemasan sebelum membeli makanan beku.
2. Bisa Mengandung Lemak yang Kurang Sehat
Beberapa makanan beku olahan seperti nugget, sosis, dan kornet dapat mengandung lemak jenuh dalam jumlah cukup tinggi. Sebagian produk juga pernah menggunakan lemak trans dalam proses pengolahannya.
Terlalu banyak mengonsumsi lemak trans dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat sekaligus menurunkan HDL. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Selain memperhatikan jumlah lemak, penting juga melihat jenis lemak yang tercantum pada label makanan.
3. Kandungan Nutrisi Tidak Selalu Optimal
Pembekuan sebenarnya merupakan salah satu metode pengawetan makanan dan tidak otomatis membuat seluruh kandungan gizinya hilang. Namun, beberapa produk makanan beku telah melewati proses pengolahan yang panjang sebelum masuk freezer.
Proses seperti blanching pada sayuran dapat menyebabkan sebagian vitamin yang larut dalam air, termasuk vitamin C dan beberapa vitamin B, berkurang.
Selain itu, jika seseorang terlalu sering mengonsumsi frozen food olahan dan jarang makan buah, sayuran, serta makanan segar lainnya, pola makan bisa menjadi kurang beragam. Akibatnya, kebutuhan serat, vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya berpotensi tidak terpenuhi secara optimal.
4. Perlu Memperhatikan Bahan Tambahan
Untuk mempertahankan rasa, warna, tekstur, dan masa simpan, sejumlah produk frozen food menggunakan berbagai bahan tambahan pangan.
Bahan tambahan yang digunakan dalam makanan tidak otomatis berbahaya. Namun, konsumsi produk ultra-proses dalam jumlah berlebihan dapat membuat seseorang lebih banyak mengonsumsi natrium, gula tambahan, lemak, serta bahan lain yang sebaiknya dibatasi.
Orang yang memiliki alergi atau sensitivitas terhadap bahan tertentu juga perlu lebih teliti membaca daftar komposisi pada kemasan.
5. Pengolahan dan Penyimpanan yang Salah Bisa Memicu Kontaminasi
Suhu beku dapat memperlambat atau menghentikan pertumbuhan sebagian besar mikroorganisme, tetapi tidak berarti semua bakteri dan patogen mati.
Risiko justru dapat muncul ketika makanan dicairkan atau disimpan dengan cara yang tidak tepat. Makanan yang terlalu lama berada pada suhu yang tidak aman dapat memberikan kesempatan bagi bakteri untuk berkembang biak.
Beberapa bakteri penyebab penyakit bawaan makanan, seperti Salmonella dan Listeria, dapat menyebabkan gangguan pencernaan dengan gejala berupa mual, muntah, diare, atau sakit perut.
Karena itu, frozen food sebaiknya disimpan sesuai petunjuk pada kemasan dan dimasak hingga matang sebelum dikonsumsi.
Jadi, Bolehkah Makan Frozen Food?
Boleh saja, selama jenis dan porsinya diperhatikan. Tidak semua makanan beku memiliki kandungan yang sama. Frozen food berupa sayuran atau buah tanpa tambahan berlebihan tentu berbeda dengan makanan beku ultra-proses seperti nugget, sosis, atau produk daging olahan.
Agar lebih sehat, pilih produk dengan kandungan natrium dan lemak jenuh yang lebih rendah. Lengkapi menu dengan sayuran, buah, serta sumber protein yang minim proses pengolahan.
Dengan begitu, frozen food tetap bisa menjadi pilihan praktis tanpa harus menjadi satu-satunya sumber makanan sehari-hari.
